Selasa, 22 April 2008

Renungan untuk istriku

Sungguh semua ini sudah Allah rencanakan... Aku tidak tahu, kenapa ini bisa terjadi. Keputusan yang sudah kuambil tidak akan aku sesali karena Allah pasti tahu yang terbaik.

Terkadang rasa penyesalan itu muncul begitu saja, namun cepat-cepat aku tepis... Kenapa... kenapa...? sungguh sangat jauh berbeda dari yang aku harapkan.

Aku ingin ia selalu ingat sama Allah SWT. disaat sedih... Aku ingin dia selalu ingat sama Allah SWT. disaat susah... Aku ingi dia Ingat sama Allah SWT. disaat senang.

Aku inginkan istriku melatakkan kepatuhannya kepada setelah ketaatannya yang Mutlak kepada Allah SWT. dan Rasulullah SAW.

Aku ingin istriku mencintaiku setelah dia mencintai Allah. SAW dan Rasulullah SAW.

Aku ingin punya istri yang ngerti dengan semua sikap dan sifatku...

ku ingin punya istri yang rajin, tidak selalu mengeluh pada setiap keadaan. aku ingin punya istri yang selalu optimis, tidak pesimis dengan apa yang ia putuskan dalam segala hal.

Aku ingin ia menjadi 'pendongeng' yang baik... aku ingin dia bisa menghiburku saat aku sedih. Aku ingin dia bisa mencandaiku disaat aku cemberut dan kesal. aku ingin dia bisa meredam amarahku disaat emosiku memuncak.

Semua itu belum aku temukan dalam diri istriku... Jika dia tahu isi hatiku seperti ini... dia selalu berkata. "Abang menyesal ya menikah sama Adek?..."

Duh... Istriku bukan itu jawaban yang abang inginkan, yang abang inginkan cuma usaha adek untuk berubah.

Yach... Semoga Allah Memberkati Pernikahan kita Istriku sayang

Tidak ada komentar: